BUNTET PESANTREN - MANU Putra Buntet Pesantren menerima mahasiswa praktikan IAIN Syekh Nurjati dalam rangka Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada Senin, 23 Agustus 2021. Acara tersebut digelar di Auditorium MANU Putra dan dihadiri oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Kesiswaan, Sarana dan Prasarana, serta dewan guru.
Bambang Ekanara sebagai pembimbing kelompok PLP dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini sudah dirancang dengan mempertimbangkan situasi pandemi, termasuk mengenai kurikulum dan model pembelajaran.
“Kami berusaha untuk menyiapkan calon guru yang kredibel di bidangnya. Dalam konteks sekarang, tentu persiapan lainnya adalah mengenai pembelajaran di era pandemi. Sudah saatnya mahasiswa kami mengejawantahkan hasil kuliahnya selama ini dan terjun langsung di sekolah,” ungkap dosen pengampu mata kuliah Biologi itu.
PLP sendiri adalah program yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Programnya berupa proses pengamatan/observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa program sarjana pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan.
Di dalam seremoni penerimaan ini, Ammar Firman Maulana sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum menyambut baik kedatangan para mahasiswa praktikan. Dirinya mengaku antusias dan banyak menaruh harapan karena keyakinan bahwa jiwa muda dalam diri seorang mahasiswa dapat memberi pengaruh besar, terutama menuju perubahan yang lebih baik.
“Saya pribadi sangat senang dan berharap banyak, serta menunggu ide atau program-program cemerlang dari kalian,” tutur Firman.
Lebih lanjut guru mata pelajaran PPKn itu juga mengatakan bahwa saat inilah waktunya untuk menunjukkan potensi diri sesuai bidangnya. Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, misalnya, bisa menunjukkan jiwa kepemimpinannya serta bagaimana dia mengorganisir berbagai persoalan.
Adapun peserta PLP di MANU Putra berjumlah 14 mahasiswa dengan pembagian empat untuk Pendidikan Agama Islam, dua untuk Tadris Bahasa Inggris, tiga untuk Tadris IPA (konsentrasi Biologi), tiga untuk Pendidikan Bahasa Arab, dan dua untuk Manajemen Pendidikan Islam. Dari keempat belas mahasiswa tersebut, tiga di antaranya adalah perempuan.
Kepada para peserta PLP, Firman menegaskan bahwa MANU Putra mengusung asas kekeluargaan di antara sesama guru. Pun juga kepada para peserta PLP.
“Bekerjalah senyaman mungkin. Cari suasananya, tempatnya, atau orangnya. Kami di sini sangat welcome, karena menjunjung tinggi asas kekeluargaan,” pungkas Firman.