MANU Putra mengadakan serah terima jabatan dan pisah sambut kepala madrasah lama ke kepala madrasah baru. Acara ini diadakan selang empat hari sejak Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren melantik kepala-kepala lembaga secara serentak, yakni Senin 8 Januari 2024.
Sertijab dan pisah sambut ini digelar di Meeting Room MANU Putra, dengan dihadiri oleh dewan guru dan staf serta disaksikan oleh Ketua Bidang Pendidikan YLPI Buntet Pesantren, KH. Fahad A. Sadat.
Prosesi pisah sambut diisi dengan sambutan-sambutan dari kepala madrasah lama, yakni KH. Ade Moh. Nasih, kepala madrasah baru, yakni R. Mh. Zidni Ilman NZ, dan Ketua Bidang Pendidikan YLPI Buntet Pesantren.
Babah, begitu selingkung MANU Putra menyapa kepala madrasah lama, dalam sambutannya mengucapkan permohonan maaf jika selama kepemimpinnya masih terdapat kekurangan-kekurangan.
“Saya menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada dewan guru, staf, dan semuanya atas segala kekurangan selama saya menjadi Kepala MANU Putra,” ucapnya.
Lebih lanjut, Babah juga menyatakan beberapa harapan dan keinginannya yang belum sempat terwujud dalam rangka mengembangkan MANU Putra menjadi lebih baik. Di antaranya adalah menyebutkan soal progres pembangunan Gedung Observatorium Ilmu Falak.
“Saya ingin sekali Ilmu Falak menjadi ciri khas dari MANU Putra. Mudah-mudahan dengan adanya Observatorium ini, syiar MANU Putra melalui Ilmu Falak bisa terus berkibar,” imbuhnya.
Sebagai informasi, KH. Ade Moh. Nasih mulai menjabat sebagai Kepala MANU Putra sejak 2012 silam, menggantikan KH. Yusuf Ma’mun.
Sementara itu, kepala madrasah baru merespons apa yang disampaikan oleh kepala madrasah lama dengan mengungkapkan harapannya agar bisa melanjutkan apa yang belum sempat terealisasi.
“Mudah-mudahan ide-ide yang belum sempat terealisasi di eranya Babah, bisa dilanjutkan dan direalisasikan oleh saya. Tentunya dengan dukungan dan bantuan dari rekan-rekan guru sekalian,” ujarnya.
Dalam sambutannya tersebut, Kang Zidni sapaan akrabnya, juga menyampaikan keinginannya untuk membuat kebiasaan-kebiasaan baru yang positif di lingkungan MANU Putra, baik untuk guru maupun siswa.
“Kita ingin beranjak dari MANU Putra yang dulu menuju MANU Putra yang sekarang dan mendatang. Hal-hal yang dipandang negatif dan tidak perlu, kita ubah menjadi hal-hal yang positif. Kita gaungkan era baru semangat baru,” lanjutnya.
Kang Zidni menutup sambutannya dengan menegaskan kembali mengenai dukungan dan bantuan dari dewan guru terhadap kinerja yang akan ditunaikannya ke depan. Tanpa itu semua, mustahil untuk mencapai target-target yang diinginkan, ujarnya.
KH. Fahad A. Sadat selaku Ketua Bidang Pendidikan YLPI Buntet Pesantren sendiri menyatakan dukungannya secara langsung atas apapun ide baik yang lahir dari MANU Putra. Ia juga mengucapkan terima kasihnya pada kepala madrasah lama atas kinerjanya dan warisan-warisan yang bisa dirasakan oleh MANU Putra untuk waktu yang panjang.
Sebagai informasi, acara ini juga sekaligus menunjuk secara resmi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum yang baru, yakni Muhammad Hamdi. Hal ini dilakukan mengingat Ammar Firman Maulana selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum yang lama juga dilantik sebagai Kepala Madrasah di MTs NU Putra 2. []