BUNTET PESANTREN - Kompetisi Sains Madrasah (KSM) kembali digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada hari ini, Sabtu 21 Agustus 2021. Dari sekian banyak madrasah yang mengikuti kompetisi tersebut, MANU Putra Buntet Pesantren termasuk ke dalam salah satunya.
Ada enam cabang bidang studi yang dilombakan dalam KSM, yakni Ekonomi Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Matematika Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi. Keenam cabang tersebut diikuti oleh MANU Putra dengan masing-masing satu utusan di setiap cabangnya.
Berdasarkan keterangan Muhamad Majdi, KSM sudah ada sejak tahun 2012. Pada mulanya kompetisi tersebut dihelat secara konvensional hingga tahun 2017, namun kemudian mengalami perubahan pada tahun 2018, yakni dilaksanakan dengan berbasis teknologi.
“Proses pendaftaran dan seleksi administrasi hingga pelaksanaan tes memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan kompetisi,” tutur Majdi.
KSM sendiri hanya dibuka untuk satuan pendidikan berlabel madrasah, yakni mulai dari Madrasah Ibtidaiyah/Diniyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah.
Pandemi memang sedikit-banyak menghambat laju pembelajaran secara tatap muka, tapi tidak serta-merta memutus keterlibatan para peserta didik dalam perhelatan-perhelatan tingkat regional ataupun nasional, itu juga yang diungkapkan Majdi, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan yang juga menjadi pembimbing para delegator untuk KSM.
“Harapan terbesarnya adalah siswa dapat mewakili sekolah di tingkat nasional dalam bidang sains. Selain itu, juga untuk pengalaman siswa itu sendiri,” tambah guru mata pelajaran Biologi itu.
Sebagai informasi, efek pandemi masih dirasakan MANU Putra dalam pembelajaran, yakni masih menerapkan pembelajaran daring. Penerapannya dibantu dengan aplikasi resmi dari Kemenag, yaitu aplikasi E-Learning. Dengan pembelajaran daring, aktivitas siswa di sekolah menjadi banyak terpangkas. Siswa hanya dibolehkan datang ke sekolah pada situasi-situasi tertentu saja, seperti pada saat KSM ini.
Mengingat KSM diadakan secara daring dan memerlukan akodomasi yang memadai, maka siswa datang langsung ke sekolah untuk mengikuti proses tes. Sebelumnya, para siswa yang menjadi peserta KSM juga sudah dibimbing langsung oleh guru yang kredibel di bidangnya. Proses bimbingan sendiri dilakukan selama beberapa hari.
Adapun nama-nama utusan dari MANU Putra adalah sebagai berikut: