Mantra News. Civitas Akademik MANU Putra Buntet Pesantren kembali menggelar kegiatan yang bertemakan Sejarah Islam. Senin (23/7) MANU Putra mengadakan kegiatan Seminar Pengabdian Masyarkat yang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Kegiatan tersebut bertemakan “Rekonstruksi Model Dakwah Wali Songo” yang dipaparkan oleh Dr. Naufal tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya dan Rd. Mh. Zidni Ilman, S.Fil.I.,M.Pd sebagai pemateri pembanding. Kegiatan seminar Pengabdian Masyarakat ini adalah kelanjutan dari Program Kerja Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum Bapak H. Fikri Mubarok, S.Pd.I yang juga selaku Ketua Panitia kegiatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh H. Fahad A. Sadat, SE.,M.E.Sy selaku Ketua STIT Buntet Pesantren dan dibuka langsung oleh H. Ade Mohammad Nasih, Lc selaku Kepala MANU Putra.
Dalam sambutannya, Kyai Ade mengatakan bahwa kita ummat Islam Indonesia khususnya satri Pondok Buntet Pesantren harus meyakini bahwa penyebaran Islam di Nusantara adalah berkat perjuangan para Wali Songo dan Ulama-Ulama terdahulu. Selain itu, beliau mengatakan bahwa Ulama Cirebon juga menjadi bagian dari penyebaran Islam di Nusantara, “Ulama Cirebon yakni Syeikh Syarif Hidayatulloh atau biasa disebut Sunan Gunung Jati menjadi bagian terpenting dalam penyebaran Islam di Nusantara” Tegas Kyai Ade.
Didalam pemaparannya, Ust. Zidni Ilman (Kang Zidni) menjelaskan bahwa penyebaran Islam di Nusantara ini sangat berbeda dengan penyebaran Islam di Negara Timur Tengah sekarang ini apalagi adanya fenomena ISIS. “Agama Islam di Indonesia berbeda dengan Arab, di Indonesia Islam masuk dengan damai sedangkan di Arab, Islam disebarkan melalui jalur peperangan”
Acara Seminar Pengabdian Masyarakat tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari seluruh siswa MANU Putra. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang berminat ikut mendengarkan pemaparan dari pemateri yang dihadirkan. Salah satu siswa, Muiz Mahdi yang kami wawancarai mengatakan bahwa kita harus mencontoh para ulama terdahulu sebagai model dalam berdakwah “ya kita harus mencontoh cara Wali Songo dalam berdakwah dengan santun. Ya meski berbeda zaman, namun hanya berbeda pada media saja. Apalagi sekarang ini banyak faham-faham sesat dan kelompok-kelompok yang cenderung menyesatkan pihak yang lain” Tutur Muiz.day/tim