CIREBON, 9–10 September 2026 – Sebanyak 13 guru perwakilan dari Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren turut serta menjadi bagian dari perhelatan nasional bertajuk National Symposium of Penghulu and Ulama (NASUHA). Acara tingkat nasional yang mengusung tema "to Strengthen the Resilience of Sakinah and Maslahah Families" ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia bertempat di Graha Mbah Muqoyyim, Pondok Buntet Pesantren, Cirebon.
Keikutsertaan perwakilan pendidik dari MANU Putra Buntet Pesantren ini menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan keagamaan, hukum keluarga Islam, serta peran pendidik pesantren dalam mendukung penguatan ketahanan keluarga di era modern.
Simposium nasional yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi pada Rabu, 9 September 2026 oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., ditandai dengan penabuhan genjring secara simbolis.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Ketua YLPI Buntet Pesantren KH. Aris Ni'matullah, serta jajaran pejabat dan tokoh ulama nasional. Kemeriahan pembukaan semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Yalal Wathan.
Selama simposium berlangsung, ke-13 guru delegasi MANU Putra Buntet Pesantren menyimak berbagai sesi diskusi panel berbobot yang menghadirkan narasumber dan praktisi hukum keluarga, di antaranya:
Pada hari kedua, Kamis (10/09/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Sesi Plenary bersama para Guru Besar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Walisongo Semarang, serta paparan Bedah Capaian Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah.
Keikutsertaan 13 guru MANU Putra Buntet Pesantren dalam forum ilmiah nasional ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan madrasah. Hasil dari pemikiran, diskusi, dan materi yang didapatkan selama simposium dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran, bimbingan santri, serta pengabdian masyarakat guna mencetak generasi muda yang paham akan pentingnya nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah serta maslahah.
Kegiatan simposium resmi ditutup pada Kamis sore oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.,.